Buku Diary Hijau Hitam: Rekam Jejak Kader HMI di Awal Perjalanan Kabupaten Sumbawa Barat merupakan sebuah karya dokumentasi sejarah yang merekam perjalanan panjang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam mengawal lahirnya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Melalui buku ini, pembaca diajak memahami bagaimana organisasi mahasiswa tersebut berkontribusi dalam proses pembentukan daerah sekaligus berperan aktif dalam membangun fondasi pemerintahan pada masa-masa awal berdirinya KSB.

Lebih dari sekadar kumpulan catatan sejarah, buku ini menghadirkan kisah perjuangan, gagasan, serta dedikasi para kader HMI yang terlibat dalam berbagai dinamika sosial dan politik di tingkat daerah. Berbagai pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari memori kolektif yang layak didokumentasikan untuk generasi mendatang.

Dokumentasi Sejarah yang Bernilai

Sejarah daerah tidak hanya dibentuk oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh kontribusi masyarakat sipil dan kelompok intelektual yang aktif mengawal perubahan. Dalam konteks Kabupaten Sumbawa Barat, kader HMI menjadi salah satu elemen yang turut memberikan warna dalam proses perjuangan pembentukan daerah serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Buku Diary Hijau Hitam berupaya mengabadikan berbagai peristiwa penting, mulai dari dinamika gerakan mahasiswa, proses advokasi, hingga keterlibatan kader dalam berbagai momentum strategis yang memengaruhi perjalanan Kabupaten Sumbawa Barat sejak awal berdiri.

Peran Kader HMI dalam Pembangunan Daerah

Sebagai organisasi kader yang dikenal melahirkan banyak pemimpin di berbagai sektor, HMI memiliki kontribusi yang tidak hanya terbatas pada dunia kampus. Di Kabupaten Sumbawa Barat, kader-kader HMI turut berperan sebagai penggerak perubahan sosial, mitra kritis pemerintah, serta bagian dari masyarakat yang aktif mendorong pembangunan daerah.

Melalui narasi yang disusun secara historis, buku ini memperlihatkan bagaimana pemikiran kritis, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap kemajuan daerah diwujudkan dalam berbagai tindakan nyata.

Menyajikan Dinamika Pemikiran dan Gerakan Sosial

Salah satu kekuatan buku ini adalah kemampuannya menghadirkan dinamika pemikiran para kader HMI yang berkembang seiring perubahan sosial dan politik di Kabupaten Sumbawa Barat. Pembaca tidak hanya menemukan kronologi peristiwa, tetapi juga memahami proses lahirnya berbagai gagasan, strategi gerakan, serta dialog yang mewarnai perjalanan organisasi dalam mengawal pembangunan daerah.

Dengan demikian, buku ini menjadi sumber referensi yang penting bagi peneliti, mahasiswa, akademisi, aktivis, maupun masyarakat umum yang ingin memahami sejarah lokal dari sudut pandang para pelaku yang terlibat langsung.

Menjaga Memori Kolektif untuk Generasi Mendatang

Diary Hijau Hitam: Rekam Jejak Kader HMI di Awal Perjalanan Kabupaten Sumbawa Barat hadir sebagai upaya menjaga memori kolektif tentang sejarah lahirnya Kabupaten Sumbawa Barat. Dokumentasi ini menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah merupakan hasil kerja bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk kontribusi kaum intelektual muda yang berani berpikir, bergerak, dan mengambil peran dalam perubahan.

Melalui buku ini, semangat perjuangan, nilai-nilai kepemimpinan, dan tradisi intelektual kader HMI diharapkan dapat terus menginspirasi generasi berikutnya untuk melanjutkan pengabdian bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

Judul: Diary Hijau Hitam: Rekam Jejak Kader HMI di Awal Perjalanan Kabupaten Sumbawa Barat
Penulis: Roy Marhandra
Penerbit: Rehal (Agustus 2026)
Halaman: 100
Ukuran: 14 x 20
Harga: Rp 100 ribu
Roy Marhandra
Author: Roy Marhandra

Alumnus Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam dan pemerhati pendidikan.

By Roy Marhandra

Alumnus Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam dan pemerhati pendidikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *