Jam menunjukkan pukul 05.00 WITA. Saat sebagian orang mungkin masih menikmati suasana subuh, anggota West Sumbawa Cycling Community sudah mulai membuka WhatsApp untuk melakukan persiapan. Pagi itu, agenda gowesnya adalah perjalanan menikmati kuliner khas Sumbawa Barat.
Ada cerita kecil yang cukup lucu sebelum perjalanan dimulai. Menurut jadwal, seluruh anggota berkumpul di titik temu, Bink Coffee. Lokasi di Karang Kuta. Namun warga sekitar sering menyebut tempat ini berada di Kelurahan Kuang, Kecamatan Taliwang. Karena tempat mungkin masih terdengar asing bagi sebagian goweser, kami sempat tercerai berai.
Apa pun itu, setelah akhirnya berkumpul semua, dengan tekad pantang menyerah, dari titik kumpul inilah perjalanan gowes dimulai.
Gowes Pagi Menikmati Suasana Sumbawa Barat
Bersepeda bukan hanya tentang mengayuh pedal dan menaklukkan jarak. Bagi West Sumbawa Cycling Community, gowes juga menjadi cara untuk menikmati suasana, mempererat silaturahmi, sekaligus mengenal berbagai potensi kuliner lokal di Sumbawa Barat.
Kegiatan kali ini mengusung konsep “Gowes Sambil Kuliner”. Setelah bersepeda menyusuri sejumlah ruas jalan, rombongan memiliki satu tujuan yang sudah ditunggu-tunggu: menikmati semangkuk Soto Alas.
Sejak pagi, para anggota komunitas bersiap dengan sepeda masing-masing. Tidak ada target kecepatan ataupun persaingan untuk menjadi yang paling cepat. Gowes dilakukan dengan santai, menikmati perjalanan, pemandangan, dan tentu saja kebersamaan.
Bagi komunitas, yang terpenting bukan seberapa cepat sampai di tujuan, melainkan bagaimana setiap anggota dapat menikmati perjalanan bersama.
Perjalanan Gowes yang Penuh Kebersamaan
Mengayuh sepeda bersama membuat perjalanan terasa berbeda. Setiap anggota dapat menikmati suasana pagi Sumbawa Barat sembari berbincang dan saling menyemangati.
Rute yang ditempuh menjadi bagian dari cerita perjalanan. Kondisi jalan, sepeda yang digunakan, hingga berbagai kejadian kecil selama perjalanan menjadi bahan obrolan di antara para goweser.
Inilah salah satu hal menarik dari aktivitas komunitas sepeda. Gowes tidak hanya menjadi aktivitas olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun pertemanan dan mempererat silaturahmi.
Setelah menempuh perjalanan, tibalah momen yang paling dinantikan: kulineran.
Soto Alas, Kuliner yang Mengisi Energi Setelah Gowes
Setelah mengayuh sepeda sejak pagi, semangkuk Soto Alas menjadi pilihan untuk mengisi kembali energi.
Kuah yang hangat dengan aroma rempah dan berbagai pelengkap terasa semakin nikmat setelah tubuh beraktivitas. Menyantap makanan bersama teman-teman komunitas juga memberikan pengalaman tersendiri.
Momen kulineran tersebut bukan sekadar soal makanan. Di meja makan, cerita perjalanan kembali mengalir. Ada yang membahas rute gowes, kondisi jalan, sepeda, hingga rencana perjalanan berikutnya.
Canda dan tawa pun menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan.
Gowes, Kuliner, dan Silaturahmi
Konsep gowes sambil kuliner menunjukkan bahwa bersepeda dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus cara menikmati potensi daerah.
Bagi West Sumbawa Cycling Community, kegiatan seperti ini bukan sekadar olahraga. Bersepeda juga membuka kesempatan untuk mengenal tempat-tempat kuliner lokal, menikmati suasana daerah, serta membangun interaksi dengan masyarakat.
Aktivitas sederhana seperti bersepeda kemudian menjadi pengalaman yang lebih lengkap: olahraga, silaturahmi, menikmati perjalanan, dan mencicipi kuliner lokal Sumbawa Barat.
West Sumbawa Cycling Community dan Semangat Gowes di Sumbawa Barat
Melalui berbagai kegiatan, West Sumbawa Cycling Community ingin menjadikan sepeda sebagai bagian dari aktivitas positif masyarakat Sumbawa Barat.
Gowes dapat menjadi cara untuk menjaga kebugaran, memperluas pertemanan, menikmati alam, sekaligus mengenal kekayaan kuliner lokal. Tidak selalu mengejar jarak dan kecepatan. Terkadang, perjalanan terbaik justru adalah perjalanan yang memberi kesempatan untuk berhenti, menikmati makanan, berbagi cerita, dan tertawa bersama. Gowes sambil kuliner bersama West Sumbawa Cycling Community menjadi salah satu cara sederhana menikmati Sumbawa Barat dari perspektif yang berbeda—dari atas sadel sepeda hingga semangkuk Soto Alas yang disantap bersama.[]


