Idul Adha

Seperti putra Adam dan Hawa
Qobil dan Habil yang saling mengorbankan
Korban atas nama Tuhan
Modal hanya satu, percaya
Percaya adalah iman, menurut agama
Namun setan dan iblis begitu pintarnya
Muslihat iblis yang begitu lihai
Membuat manusia rancu dalam berkorban
Korban sebagai Haq Tuhan
Dan korban demi kepentingan manusia
Oleh bisikan iblis
Menjadi yang dikorbankan
Dan Nabi Ibrahim pun menyembelih Nabi Ismail,
Yang diganti dengan seekor kambing Gibas oleh Tuhan
Namun sejarah itu telah lama berlalu
Perjalanan yang terjadi kemudian
Tak jauh dengan cerita Qobil dan Habil
Kejahatan pembunuhan pertama dalam sejarah manusia
Dan terus akan berulang
Banyak orang miskin yang dikorbankan
Banyak orang lemah yang dikorbankan
Demi pembangunan, banyak orang dikorbankan
Demi kekuasaan, banyak orang dikorbankan
Manusia menjadi rancu
Korban haq Tuhan
Korban demi ambisi manusia sendiri
Walau banyak yang sadar
Surga dan neraka tidak penting lagi
Namun semua manusia akan ke sana
Dan pembuktian satu-satunya
Adalah setelah kita semua mati
Wallahualam bissawab
Hanya Allah yang tahu

9 Dzulhijah, Hari Arafah. Senin, 19 Juli 2021

Sajak Cinta Untuk Istriku di Usia 52 Tahun

Lihat, Istriku
Belahan jiwa ku seluruh
Lihatlah
Mimpi mimpi kita telah menjadi nyata
Lihatlah
Anak sulung kita
Telah menjadi seorang pria dewasa
Seorang pengacara muda
Yang berwibawa dan disegani
Lihatlah, Istriku
Anak yang membanggakan
Darma Tyas Utomo S.H., M.H., C.Me.
Menyelesaikan sarjana hukum di Universitas Islam Indonesia
Menyelesaikan master hukum di Universitas Gadjah Mada
Juga mempunyai gelar Certified Mediator
Lihatlah, Istriku
Bisa sebagai bekal anak kita
Untuk mengarungi hidup
Di samudra yang maha luas
Sebagai senjata dalam berperang melawan kehidupan
Yang kadang sangat keras
Dan untuk menghadapi hidup
Dalam situasi yang kadang tidak menentu
Istriku, nikmat mana yang bisa kita sembunyikan?
Istriku, nikmat mana yang bisa kita dustakan?
Wahai, Istriku, selain kita sujud syukur ke hadirat Allah
Lihatlah, Istriku
Belahan jiwaku seluruh
Anak laki-laki kita yang kedua
Pramusinto Nugroho Dewa S.I.P.
Telah menyelesaikan pendidikan sarjananya
Sarjana Ilmu Politik dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Lihat, Istriku
Anak kita yang ganteng, flamboyan dan elegan
Telah menemukan jalan hidupnya
Lihatlah, Istriku
Kedua anak laki-laki kita
Masing-masing telah mempunyai calon pendamping hidup
Calon teman hidup
Untuk membentuk suatu keluarga
Yang sakinah, mawadah, warahmah
Lihatlah, Istriku
Di usia kita yang mulai senja
Kita akan segera momong cucu-cucu
Istriku, nikmat mana yang bisa kita sembunyikan?
Nikmat mana yang bisa kita dustakan?
Kecuali sujud syukur ke hadirat Allah
Istriku
Belahan jiwa ku seluruh
Lihatlah anak bungsu kita
Yang cantik, pintar, dan salehah
Dewi Tyas Utami
Mendapat kesempatan Beasiswa di SMA Semesta Semarang
Karena sewaktu SMP berhasil memperoleh
Medali perunggu Lomba Olimpiade Sains Nasional
Lihatlah, Istriku
Langkah kaki anak gadis kita
Terlihat mantap untuk menyongsong
Masa depan yang gemilang
Nikmat mana yang bisa kita sembunyikan?
Wahai, Istriku
Nikmat mana yang bisa kita dustakan?
Kecuali sujud syukur ke hadirat Allah
Ya Allah, Ya Rabbi, Ya Tuhanku
“La haula wala kuata illa billa hil alyyul adzim”
Ya Allah, sesungguhnya, tiada daya dan kekuatan dari seorang manusia, Melainkan daya dan kekuatan itu milik Allah semata
Ya Allah, kuserahkan istri dan anak anakku
Dalam genggaman kodrat dan irada-Mu
Ya Allah, kuserahkan istri dan anak-anakku
Dalam genggaman qada dan qadar-Mu
Ya, Allah, kami manusia yang berdosa
Hanya bisa pasrah, ikhlas, memohon dan berharap
Akan luasnya samudra ampunan-Mu
Amin

Wija Sasmaya
Author: Wija Sasmaya

Penulis dan penyair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *