Dalam beberapa bulan terakhir ini, saya begitu tertarik untuk banyak belajar mengenai tata kelola birokrasi dan pemerintahan yang ideal, mulai dari membaca jurnal-jurnal online sampai belajar dalam Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Calon Pegawai Negeri Sipil.

Tentu dalam proses ini berbagai macam istilah dan teori yang saya temukan yang dapat dijadikan referensi ke depan.

Dalam pelatihan dasar sebagai ASN sudah mulai ditanamkan nilai-nilai yang sangat penting, yaitu ANEKA (Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu, dan Anti-Korupsi). Hal ini dipelajari dalam beberapa puluh jam pelajaran selama proses diklatsar CPNS dan diajarkan oleh Widyaiswara yang penuh pengalaman.

Dua puluh satu hari belajar dalam kelas diklatsar membuat saya merasa sangat beruntung, karena mendapatkan banyak bekal dan ilmu-ilmu yang sangat penting dalam menjadi ASN.

Aneka adalah lima konsep dasar yang sangat penting dan krusial dalam meniti jalan sebagai ASN baru. Namun seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman yang saya dapatkan, ada tambahan lima Konsep lagi yang perlu ditanamkan dalam diri Aparatur Sipil Negara yang baru.

Apa sih itu? Mungkin ada yang bilang, “Wah, implementasi ANEKA aja udah banyak banget, mau di tambah 5 lagi?” Hehehe…

Lima hal ini tentu saya dapatkan secara tersirat dalam dua bulan proses Diklatsar CPNS. Bagi saya, untuk mewujudkan visi besar pemerintah pada 2020-2024 mengenai tata kelola birokrasi, yaitu “Indonesia Menjadi World Class Bureaucracy”, ASN baru secara personal perlu meningkatkan kapasitas diri dalam 5 aspek ini, yang dapat disebut 5C (Creativity, Collaboration, Communication, Critical Thinking, Compassion).

Wihhh, ribet ya istilahnya? Bhaikkz, akan saya jabarkan satu persatu hehehe …

Creativity

Why creativity? Kenapa kreativitas?

Karena dalam pelayanan publik selalu butuh hal baru. Berawal dari kreativitas ataupun terbiasa berfikir kreatif dan melakukan hal-hal kreatif ini akan mengundang seseorang untuk menghadirkan Inovasi-inovasi dalam menjalankan tugas sebagai ASN, entah itu di bidang pelayanan, pendidikan, kesehatan, tenaga teknis, dan sebagainya.

Tentu inovasi itu sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan perubahan zaman, agar para ASN tidak terhempas oleh derasnya gelombang “disrupsi” yang mulai menerpa segala lini di Indonesia, bahkan dunia.

Sumber: menpan.go.id
Collaboration

Pernah dengar pepatah, “Bersatu Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh?” Pasti pernah lah ya. Kenapa Kolaborasi menjadi penting? Ya, contohnya ini, saat menyiapkan tulisan ini, saya sedang dalam perjalanan dan kebetulan melihat “anak buah kapal” yang bahu-membahu dengan sesama ABK dan bahkan kaptennya untuk dapat melabuhkan kapal yang saya naiki di Pelabuhan Poto Tano, Sumbawa Barat.

Coba bayangkan kalau mereka tidak berkolaborasi dengan baik, apakah kapal yang saya naiki bisa bersandar? Menurut saya sih tetap bisa, tapi tentu akan membutuhkan waktu yang sangat lama dan kerja yang begitu menguras keringat. Tapi dengan mereka berkolaborasi, semua jadi lebih mudah untuk dikerjakan. Begitu juga dengan proses sebagai ASN; untuk mencapai visi besar, harus dikerjakan dengan cara seefektif mungkin, dan ya kalau mau efektif harus “berkolaborasi”.

Nilai kolaborasi ini harus tertanam dan menjadi pegangan dalam melaksanakan apa pun itu. Menurut saya, dalam melakukan tugas-tugas sebagai ASN perlu memperbanyak kolaborasi dan mengurangi persaingan.

Communication

Masih belajar dari kapal yang saya naiki, bayangkan kalau komunikasi antara ABK, nakhoda, syahbandar, nakhoda kapal lain, dan teknisi Kapal tidak berjalan dengan baik. Apa yang terjadi? Mungkin bisa kacau yaa, hehehe…

Begitu juga dalam birokrasi, selalu butuh komunikasi yang baik antar-sektor dan bidang pada umumnya, serta secara Khusus antara rekan kerja, atasan, mitra kerja, dan lembaga lainnya. Komunikasi harus dibangun dan dijalankan dengan sebaik mungkin.

Critical Thinking

Berpikir kritis. Wihhh, gimana sih berpikir kritis itu?

Bagi saya, berpikir kritisi itu ya kita selalu berpikir jernih serta rasional dalam menyelesaikan setiap tugas ataupun masalah. Hal ini sangat penting, karena dalam keseharian menjadi ASN pasti kita akan mengalami dua hal tersebut, yaitu tugas dan masalah. Tentu dengan berpikir jernih dan rasional, masalah dan tugas tersebut dapat dilalui dengan sangat baik.

Compassion

Saya mengartikan compassion ini sebagai semangat melayani masyarakat dengan kepekaan yang tinggi serta sepenuh hati. Bagi saya ini sangat penting, membangun hubungan batin antara pelayan publik dan masyarakat yang dilayani, begitupun dengan sesama pelayan publik, harus disertai kepekaan dalam bekerja sama. Tujuannya, agar pelayanan yang diperlukan masyarakat dapat terpenuhi.

Yaks, itu lima hal yang mungkin dapat menjadi tambahan dari pengalaman saya. Tentu mungkin banyak teman-teman yang berbeda pendapat, ataupun hanya menyetujui beberapa saja. Hal itu sangat biasa, yang terpenting tujuan kita sama, yaitu “Sama-sama menjadi penggerak Kemajuan Negeri ini!” []

Afriza Sanjaya
Author: Afriza Sanjaya

ASN Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat.

By Afriza Sanjaya

ASN Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu dan Hubungan Partisipasi Masyarakat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sumbawa Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *