Puisi

Kucing Mati

Terbujur kaku
aku tak berani mendekat
aku mengidap ailurofobia
Noen menyarungi tangannya
memungutnya

Perut kucing itu buncit
sepertinya keracunan
masih sekitar tiga bulan umurnya
dan sudah meregang nyawa

Entah di mana induknya
sudah dulu mati
atau sedang berkeliaran
di warung seberang jalan
Bu Yoen membantu Noen,
menguburkan kucing malang itu
di depan rumah

Malam harinya gerhana bulan
cantik!
namun aku segera masuk
takut kalau-kalau kucing Noen
keluar dari tanah
dan terbang ke bulan

Aku cuma berkhayal
andai bisa aku saja yang ke sana
NASA yang sering melakukannya
aku melihatnya di berita
hebatlah Amerika
meski dibom 11 September
tetap adikuasa!

Tidak demikian dengan Gajah Mada,
sang patih masyhur berakhir di Madakaripura,
setelah perang Bubat
karena Pitaloka mati di pendopo
Hayam Wuruk nelangsa
kisah cinta putri Sunda dan raja Majapahit
samar tertulis di Negarakertagama
tidak sejelas genjatan senjata Israel-Palestina

Aku merasakan kepiluan warga Gaza
aku juga berbelasungkawa kepada Indonesia
kepada kucing saja aku takut
bagaimana aku ikut melaksanakan ketertiban dunia?
aku ciut nyali,
merintih, menangis sedih
meratapi diri di petak kamar kos-kosan

Masihkah ada harapan?

Yudha Mahawani
Author: Yudha Mahawani

Penulis buku Sepiring Moci dan Marshmallow (2020). Tinggal di Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *