Umurku 57 Tahun

Ya Allah, Ya Rabb
ampuni aku
aku kalah bertarung
dengan suara azan-Mu

Ketika rambut mulai keperakan
Ketika nafas mulai tak teratur
Ketika detak jantung mulai melemah
Ke mana lagi akan berlari
Ke mana lagi akan kembali
Kecuali menghadap-Mu

Ya Allah, Ya Rabb
Bersama nanah, darah, dan dosa-dosaku

Ya Allah
semua aibku di depan manusia
yang selama ini Kau tutupi oleh kasih-Mu
akan terbongkar semua
diriku yang telanjang

Tentang kesyirikanku
Tentang kemusyrikanku
Tentang kekafiranku
Tentang maksiatku

Jauh dari rasa tawadu’
Jauh dari rasa qonaah
Jauh dari rasa istiqomah
Jauh dari rasa tawakal

Ya Allah
seperti sabda-Mu
Demi waktu, sesungguhnya manusia dalam kerugian

Ya Allah
sebenarnya aku tak mau merugi
namun setiap kumandang azan subuh
aku membetulkan selimut dan tidur lagi
walau aku tahu
sholat lebih baik dari pada tidur

Entah sudah berapa kali
Tak kupedulikan panggilan-Mu lagi
Mari tegakkan sholat
Mari menuju kemenangan

Dan waktu terus berlalu
Aku sedih
Aku bahagia
Aku sengsara
Aku menderita
Aku jatuh miskin
Aku sehat
Aku sakit
Aku mendapat musibah
Aku mendapat anugerah
Aku di puncak hidupku pun
Kumandang suara azan-Mu
Panggilan sholat lima waktu
Tak pernah berubah
Terjaga dalam damai dan kesejukan
Tidak terpengaruh dengan ulah manusia
Azan-Mu abadi

Dan aku pun jatuh tersungkur
segera sadar
selama ini
tak kuasa melawan suara azan-Mu

Dan ketika malaikat maut menjemput
Tidak mungkin aku untuk menolak lagi
Jelas tak pantas
Aku untuk masuk surga
Tapi aku juga
Tak sanggup dengan siksa neraka
Selama hidup
Hatiku telah
Dibolak dan dibalik
Seperti hati manusia pada umumnya
Pupus sudah harapan
akan keselamatan,
Astaqfirrullohalladzim
dalam air mata istigfarku
secercah cahaya muncul
seperti pelita menuntunku

Ya Allah
aku ada karena Engkau
aku tiada karena Engkau
hidup dan matiku telah Kau atur
dosa dan pahalaku Engkau pula yang telah tentukan
hidupku dalam genggaman Qodo dan Qodar-Mu
hambamu ini tak kuasa dalam lingkaran takdir-Mu
maka nasib hamba-Mu ini
hamba percaya, sebesar-besar murka-Mu,
Ya Allah
hamba percaya ampunan-Mu
Ya Allah
lebih luas lagi
hamba berserah diri
ikhlas dan ridho.[]

Tegalmulyo, Kamis Kliwon, 3 Februari 2022

Wija Sasmaya
Author: Wija Sasmaya

Penulis dan penyair.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *