Malam itu, Nasrudin berjalan pulang ke rumah dari salah satu tempat undangan. Gelap mulai menyergap ketika dia melihat rombongan berkuda berderap mendekatinya dari arah berlawan.

Sontak Nasrudin waswas. Dia khawatir itu kawanan perampok. Rasa takut pun menyergapnya. Maka dia langsung memilih menepi dan melompati tembok di sisi jalan.

Sedangkan rombongan berkuda itu, yang ternyata sama sekali tidak seperti bayangan Nasrudin, merasa heran sendiri melihat sesosok manusia tahu-tahu melompati tembok.

Beberapa orang dari mereka pun menyusulnya. Kemudian, mereka mendapati Nasrudin berbaring diam di salah satu lubang makam yang tampak baru digali.

Salah seorang dari mereka akhirnya berkata, “Apakah Anda butuh bantuan? Dan, mengapa Anda berada di dalam situ?”

Baca Juga: Ziarah ke Makam Mampes

Menyadari kekeliruannya, Nasrudin hanya menyatu. “Ini lebih rumit dari yang Anda kira. Intinya, saya berada di sini karena Anda, dan Anda ke sini karena saya.” [Red/Sumber cerita: Anonim]

Redaksi
Author: Redaksi

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *